Pemanasan Global Juga Berdampak Pada Laut

Ini adalah sedikit fakta yang akan penulis paparkan bahwa dampak global warming tidak hanya melanda manusia saja, namun peningkatan suhu bumi menjadi di atas rata-rata tersebut juga berdampak pada laut yang sedemikian luasnya, namun bukan hanya laut saja sebenarnya ada banyak pihak yang merasa dirugikan dengan adanya global warming tersebut.. Jadi tetap jaga kelestarian alam kita.

Ini adalah sedikit fakta yang dikutip dari (www.magazine.net) bahwa luas es dikutub setelah musim panas tahun 2005 adalah 5,32 juta km2. Sejak tanggal 3 September 2007 (hanya dalam 6 hari), 69.000 mil2 Kutub Utara telah mencair dan menghilang. Potongan es itu seperti luas Negara Bagian Florida, AS. Badan ruang angkasa Amerika, NASA, baru-baru ini mengungkapkan fakta tentang foto sateli), 69.000 mil2 Kutub Utara telah mencair dan menghilang. Potongan es itu seperti luas Negara Bagian Florida, AS. Badan ruang angkasa Amerika, NASA, baru-baru ini mengungkapkan fakta tentang foto satelit ang menunjukan bahwa di musim panas 2007 saja, 522 Milyar ton es telah mencair dari lapisan es Greenland. Wow, ngerikan ang menunjukan bahwa di musim panas 2007 saja, 522 Milyar ton es telah mencair dari lapisan es Greenland. Wow, ngerikan…. bayangkan potongan es sebesar itu mencair pasti jumlah debet air laut akan meningkat dan lama-lama daratan akan tenggelam dan apa yang akan terjadi di tahun 2020 nanti?.

Tak hanya itu ada satu lagi yang juga penulis kutip dari magazine.godsdirectcontact.net/indonesia/194/ht_30.htm yang isinya pengaruh pemanasan global terhadap temperatur air telah menyebabkan terjadinya ‘Zona Mati’ di lautan. Area air yang sangat luas ini tidak memiliki kehidupan karena hilangnya oksigen dan dilepaskanya gas hidrogen sulfida (H2S). Menurut laporan dari PBB, saat ini sudah ada lebih dari 200 zona mati. Satu zona muncul di Lautan Pasifik lepas pantai Oregon, AS pada tahun lalu dan ukuranya telah bertambah 4 kali lipat. Jane Lubchenco, dosen biologi laut Universitas Oregon berkata bahwa hampir tidak ada oksigen di area ini. Jika oksigen lenyap, maka bakteri yang baru akan mengambil alih dan memproduksi gas Hidrogen Sulfida yang sangat mematikan bagi kehidupan di laut dan di bumi. Dua hal utama penyebab turunya tingkat oksigen dalam air berkaitan dengan pemanasan global: (1.) Sejalan dengan memanasnya air, kemampuan air untuk menyerap air menjadi berkurang,(2.) Gangguan dari arus air dan cuaca menghalangi oksigen untuk disalurkan ke area tersebut. Beberapa ilmuan berkata bahwa hal ini dapat menjadi pertanda buruk akan masa depan laut di Bumi. Nah..penulis berharap ini dapat menjadi renungan kita agar tetap sadar dan dapat menjaga lingkungan agar dampak pemanasan global dapat berkurang. Toh, nanti kalau alam rusak manusia sendiri yang akan dirugikan..Cukup Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: