Seberapa Bebaskah Hak Kebebasan Berpendapat Kita di Dunia Maya ?

4 12 2010

Mungkin sudah serung kita dengar banyak orang yang menyuarakan tentang hak kebebasan berpendapat. Namun, apakah hak kebebasan berpendapat tersebut tidak memiliki batasan? Tentu saja ada. Segala sesuatu pasti ada batasnya, tak terkecuali HAM kita sendiri. Dan sekarang muncul pertanyaan baru lagi, Apa sajakah batas-batas kebebasan HAM kita tersebut?. Sebelum kita mencari jawaban dari pertanyaan di atas, kita akan membuat sebuah pengkhususan untuk jawaban dari pertanyaan di atas, yaitu dikhususkan untuk  Hak Kebebasan Berpendapat, mengapa demikian? Karena jika kita membahas semua satu persatu maka akan terlalu panjang, di samping itu juga Hak kebebasan berpendapat banyak memiliki keterkaitan dengan IT dan sudah ada korban dari orang yang dianggap melanggar batas tersebut. Sebenarnya Hak kebebasan berpendapat sendiri sudah diatur pemerintah dalam batang tubuh UUD 1945 pasal 28 yang isinya Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Dalam pasal tadi dijelaskan bahwa mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tertulis dijelaskan dalam undang-undang, lantas manakah undang-undang yang dimaksud? saya juga tidak tau. Yang jelas kita akan coba rumuskan sendiri batas-batas itu, menurut saya sendiri batas-batas itu antara lain :

1. Tidak Menyakiti atau Merugikan Orang Lain.

Dalam hal menyampaikan pendapat, baik itu di dunia maya atau bukan, hendaknya pendapat kita tidak menyakiti atau merugikan orang lain, seperti kita memberikan pendapat kepada orang lain dengan kata-kata kasar/kotor dan tanpa etika, apalagi pendapat tersebut dipaparkan di media yang dapat dilihat orang banyak, tentu saja hal ini sangat tidak mengenakan dan merugikan. Sebaiknya jika ingin memberikan kritik langsung kepada pihak yang bersangkutan dan dengan etika yang benar.

2. Tidak Melanggar Hak Asasi Orang Lain.

Dalam menyampaikan pendapat, sebaiknya pendapat kita tidak melanggar Hak Asasi orang lain. Seperti, jika kita mengungkapkan pendapat dan pendapat kita tersebut menyebabkan seseorang kehilangan pekerjaan atau menurun penghasilannya, maka kita telah melanggar hak asasi ekonominya.

3. Tidak Menyebabkan Suatu Konflik.

Konfik yang terjadi karena seseorang tidak terima dengan pendapat orang lain sangat sering terjadi, maka dari itu sebaiknya kita menggunakan etika, nilai dan norma yang ada dalam menyampaikan pendapat.

Mungkin hanya 3 batas yang disebutkan, namun saya rasa itu sudah cukup untuk dijadikan sebagau batas dalam kebebasan berpendapat.

” TERIMA KASIH “


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: